Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Melihat Kebaikan Orang


Melihat Kebaikan Orang



Tersebutlah seorang tukang bangunan yang sedang mendirikan sebuah tembok. Sebulan kemudian, berdirilah sebuah tembok setinggi 4 meter di hadapannya. Saat dia mengagumi hasil karyanya, tiba-tiba matanya tertuju pada 2 buah batu bata yang telah keliru ia susun sehingga nampak jelek sekali. Sementara itu, semennya sudah terlanjur keras.

Si tukang itu menjadi kesal. Sejak saat itu, dia sangat benci melihat tembok tersebut. Dua buah batu bata yang miring tersebut telah mempengaruhi keseluruhan tembok.

Suatu hari, ada seseorang yang melewati tembok dan berkomentar, Indah sekali tembok itu." Si tukang bangunan itu pun terkejut dan menyela, "Pak, apakah penglihatan Anda sudah terganggu? Tidakkah Anda lihat 2 buah batu bata jelek  di tembok itu?"

Orang itu berkata, "Ya, saya melihatnya. Tapi saya juga melihat 998 buah batu bata yang bagus!"

Pesan Moral
Dalam kehidupan ini, kita sering memutuskan suatu masalah dengan hanya memvonis kesalahan dengan mengabaikan kebaikan-kebaikan yang pernah ada. Mata kita hanya terfokus pada kekeliruan. Seseorang yang sudah menjadi teman karib selama puluhan tahun menjadi musuh hanya lewat perdebatan sehari. Kisah kasih yang sudah terjalin selama bertahun-tahun terputus hanya karena pertengkaran sehari. Kita hanya melihat sisi yang buruk! Padahal kenyataannya yang baik jauh lebih banyak.

Karena itu, belajarlah untuk melihat kebaikan orang. Maafkanlah meski kadang tidak sepaham. Memberi damai berarti juga menimbulkan damai bagi diri sendiri. Semoga kisah di atas dapat menginspirasi kita semua.

@Akumemilihbahagia

Lekaslah Bermimpi

Lekaslah Bermimpi


Kata orang, bermimpilah sebanyak yang kamu mau. Bermimpilah setinggi yang kamu ingin, selagi mimpi itu gratis. Mungkin banyak di luar sana yang mengatakan "Ah, tahu apa kamu? Kamu masih kecil, mimpimu besar dan tak mungkin bisa kamu wujudkan" ataukah "Mimpimu terlalu jauh, orang lain saja yang lebih cerdas darimu tak akan mampu mencapai tujuan itu" dan banyak lagi. Jangan peduli, jangan berkecil hati dan jangan sampai pesimis. Anggap saja ocehan-ocehan tersebut adalah kalimat motivasi yang akan menjadi memacu semangat dan pikiranmu dalam berkreasi, belajar lebih giat untuk mencapai cita-cita.
Aku yakin, banyak di luar sana yang menginginkan semangat sepertimu. Aku yakin, banyak di luar sana yang menginginkan kecerdasan sepertimu. Tetapi, mereka tidak seberani dirimu. Mereka tidak secerdas dirimu. Dan mereka tidak seberuntung dirimu. Memang...
Sometimes, we will find some problem in our life.  Sometimes, it's going as a rollercoaster.  But, believe yourself, You can ride it and fly away.
Maka, lekaslah bermimpi. Ambil air wudhu, membaca doa, tidur dengan posisi yang tepat, dan bermimpilah.
~OnestepclosertobeanASN19~

Awas !!! Ikhwan Modus


Awas !!! Ikhwan Modus


Seorang wanita dituntut untuk menjadi sosok yang cerdas, berwawasan luas dan mampu diajak berdiskusi terkait masalah yang ada, terlebih wanita adalah sang pencetak generasi unggul dan berkualitas. Sebab, laki-laki juga menginginkan wanita yang perfect menurut perspektif mereka masing-masing. Namun, banyak diantara kaum Adam yang menginginkan seorang wanita yang perfect tapi ingin mendapatkannya dengan cara yang biasa saja. Contoh: pacaran, teman tapi mesra (TTM)  dan ta'aruf kebablasan (dibaca: pacaran).
Wahai kaum Adam, jangan dekati kami dengan cara itu, dekati kami dengan cara yang terhormat. Kan banyak tuh yang sering menanyakan "Pagi, sudah bangun?, sudah makan? Makan apa? Sudah mandi? Jangan lupa makan nanti sakit, ataukah sana tidur jangan begadang terus nanti sakit, kalau sakit nanti siapa yang rawat kan aku jauh (uuuppsst).
Tetapi, cobalah cara lain. Ajak kami berdiskusi, tanyakan pendapat kami tentang segala hal yang bijak untuk diberi tanggapan entah itu isu nasional maupun internasional terlebih tentang agama. Cobalah lebih sabar untuk menjadi pendengar yang baik, sebab wanita ingin didengarkan dan dimengerti. "Eh, kamu tahu nggak tentang ini dan itu?" Wanitamu akan bersinar dengan pemikiran-pemikirannya sampai kamu tak menyangka sebelumnya.
Jadi, jika kamu ingin mendapatkab wanita yang cerdas, berakhlak mulia, so please rethink again, and try to get her with the best way.
Nah, sudahkah kamu mendapatkannya?


Nikmati Waktu Berhargamu Namun Jangan Terbuai

Nikmati Waktu Berhargamu Namun Jangan Terbuai



Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Sudah hampir sebulan pasca yudisium profesi Ners, itu menandakan hampir sebulan juga menjadi pengangguran. Kadang Aku berpikir, kapan yah Aku seperti mereka, yang ini, yang itu, seperti ini, seperti itu?. Namun, seorang Ibu dosen Pediatric di kampus profesi memberikanku sebuah nasehat. 'Kamu hanya perlu menikmati, menikmati waktu-waktu santaimu, menikmati waktu-waktu menantimu.
Hari ini, esok dan lusa kamu masih duduk santai di teras rumah sembari melihat temanmu yang lain sedang menuju kantornya dengan memakai setelan putih-putih khas seorang perawat, namun siapa tahu tahun depan, bulan depan atau bahkan minggu depan kamu juga akan mengenakan pakaian yang sama menuju tempat kerjamu. Jadi, nikmati saja masa-masa santaimu sebelum datang masa sibukmu dalam bekerja.
Benar, sangat benar. Aku hanya perlu menikmati setiap keadaanku, menyusun strategi dan melesat setelahnya. Dan memang, sebagai perumpamaan.
Hari ini mungkin ada seseorang yang lulus kuliah di usia 22 tahun dan menunggu 6 tahun hingga mendapat pekerjaan, ada juga yang lulus kuliah di usia 28 tahun dan langsung mendapat pekerjaan.
Ada juga seseorang menikah dan menanti selama 10 tahun kehadiran seorang bayi, ada juga yang memiliki momogan di satu tahun usia pernikahan. Mungkin saja, teman, kakak kelas dan saudaramu tampak lebih maju, berprestasi dibandingkan Aku hari ini,
 Tapi tak ada yang bisa Aku prediksi hari esok. Dan sebaliknya sahabat, adik kelas nampak berada jauh di belakang, namun tak ada yang tahu seberapa sukses mereka di masa mendatang. Sebab, seseorang bisa menggapai banyak hal sesuai dengan kadarnya masing-masing. Seseorang bisa menggapai banyak hal sesuai dengan waktunya masing-masing. Aku tidak boleh iri atau merasa tak pantas untuk berjuang, Aku, Kamu dan Kita memiliki waktu yang sama, kesempatan yang sama.
Lalu, apakah yang membedakannya? Semangat, semangat untuk berbuat lebih. Ingat, Aku, Kamu dan Kita tidak dan belum terlambat, masih ada banyak waktu untuk terus melangkah. Nikmatilah dahulu waktu berhargamu, bercanda, bergurau sambil belajar. Namun, jangan sampai terbuai. Sebab kita pun akan melewatinya, nanti.
In syaa Allah.
By. Sri Wahyuni Jindar


Memberi Kesempatan atau Berebut Untuk Mendahului

Dalam Perjalanan, Kesabaran Kita Diuji. Memberi Kesempatan atau Berebut Untuk Mendahului


Seorang ibu dan anak balitanya melangkah hati-hati menyeberangi jalan. Di tengah jalan, persis di garis putih pembatas, ia berhenti. Menanti kendaraan yang berlalu lalang mulai sepi agar ia dan anaknya dapat mencapai ujung seberang jalan dengan selamat. Namun di luar dugaannya, sebuah mobil berhenti dan memberi jalanan pada ibu dan anak balita tadi untuk menyeberang terlebih dahulu. Sesuatu yang jarang terjadi ia temukan pada banyak pengendara di zaman ini,

Dalam hati, sang ibu pun berdoa agar sang pengendara dikarunia keselamatan hingga ke tujuan.
Pengendara yang rela mengalah, memberi kesempatan orang lain untuk menyeberang, lalu terbalas doa tulus yang diam-diam terlantunkan.

Sungguh jalan raya adalah sebagian dari cerminan kehidupan. Kita selalu punya peluang untuk mendahului atau mengalah. Merebut kesempatan atau memberi peluang pada yang lain. Mengalah tak selamanya berarti kalah atau membawa kita tertinggal di belakang, tetapi boleh jadi satu langkah yang kita tunda hari ini, bisa melapangkan hari-hari kita nanti.

# Karena Hidup Hanyalah Sebuah Persinggahan